Dampak Harta Haram Terhadap Pribadi dan Umat


​Dampak harta haram terhadap pribadi dan umat.

1. memakan harta haram adalah perbuatan mendurhakai Allah dan mengikuti langkah syaitan, Allah berfirman:

“hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (Al baqarah: 168)

2. setelah Allah memerintahkan semua manusia agar mencari harta dengan cara halal, secara khusus Allah memerintahkan para rasul agar memakan harta dari yang halal saja, Allah berfirman:

“wahai para rasul, makanlah yang baik-baik dan kerjakanlah amal saleh. sesungguhnya Aku maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.(Al Mu’minun: 51)

hal ini mengisyaratkan bahwa sangat erat hubungan antara mengkonsumsi makanan yang halal dengan amal salih. maka jangan diharap jasad kita akan bergairah untuk melakukan amal-amal salih bila jasad tersebut tumbuh berkembang dari makanan yang haram.

3. memakan harta haram adalah ciri khas kelompok mayoritas yahudi yang diabadikan Allah dalam firman-Nya:

“dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. sesungguhnya amat buruk apa yamg mereka kerjakan itu”(Al Maidah: 62)

4. petaka amat buruk yang menimpa mereka adalah api neraka (harta haram) yang setiap saat mereka masukkan kedalam perut mereka, karena diriwayatkan dari Nabi:

“wahai Ka’ab bin ‘Ujrah, sesungguhnya tidaklah tumbuh setiap daging yang diberi asupan makanan yang haram melainkan nerakalah yang berhak membakarnya” (Shahih HR. Ahmad & Tirmidzi)

5. doa tidak dikabulkan.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“wahai manusia, sesungguhnya Allah Maha Baik, tidak menerima kecuali yang baik, sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang yang beriman apa yang Ia perintahkan kepada Rasul, Allah berfirman dalam surat Al Mukminun 51, kemudian beliau menyebutkan seorang lelaki  yang mengadakan perjalanan jauh, berrambut kusut dan berdebu, menadahkan tangan ke langit “Ya Rabb, Ya Rabb,” padahal makanannya berasal dari yang haram, minuman dan pakainannya pun berasal dari yang haram, maka bagaimana doanya dikabulkan” (Shahih HR. Muslim)

dari hadits ini ada 4 faktor dikabulkannya doa (1) ia sedang melakukan perjalanan safar (2) penampilan nya kusut karna keletihan safarnya (3) ia berdoa sambil menadahkan tangan kelangit (4) ia berdoa mengulang-ulang Ya Rabb, Ya Rabb.

akan tetapi 4 faktor terkabulnya doa ini tidak berarti sama sekali dikarenakan melakukan 1 faktor ditolaknya doa, yaitu memakan dan memakai harta haram.

karena doa adalah inti dari ibadah shalat, maka bila doa ditolak maka dikhawatirkan shalat pemakan harta hatam juga ditolak. ibnu abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

“Allah tidak menerima shalat seorang yang di dalam perutnya ada makanan haram” (ibnu rajab, jami’ al ulum wal hikam, 262)

selain itu sedekah dan zakatnya tidak diterima. Nabi bersabda:

“Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci terlebih dahulu dan Allah juga tidak menerima sedekah dari harta haram”. (Shahih HR. Ibnu Majah)

haji dan umrah dengan harta haram juga khawatir tidak diterima oleh Allah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 

“apabila seorang berangkat untuk ibadah haji dengan harta haram, saat menginjakkan kakinya dikendaraan, ia menyeru “Labbaikallahima labbaik” maka ada yang menyeru dari langit “tidak diterima kedstanganmu, dan engkau tidak mendapatkan kebahagiaan, bekalmu berasal dari harta haram, biaya hajimu dari harta haram dan hajimu tidak mabrur.” (HR. Thabrani)

6. harta haram adalah penyebab kehinaan, kemunduran serta kenintaan umat islam saat ini. Nabi bersabda:

“bila kalian melakukan transaksi riba, tunduk dengan harta kekayaan (hewan ternak), mengagungkan tanaman dan meninggalkan jihad niscaya Allah timpakan kepada kalian kehinaan yang tidak alan dijauhkan dari kalian, hingga kalian kembali kepada syariat Allah (dalam seluruh aspek kehidupan)”. (HR. Abu daud, Shahih)

7. harta haram merajalela pertanda adzab akan turun menghancurkan masyarakat dimana harta haram tersebut berada.

sumber: Harta Haram Muamalat Kontemporer, hal 29 – 36.

karya: ustadz Dr. Erwandi Tarmidzi, MA (pakar fiqih muamalat kontemporer)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s